Home / Wisata / 10 Tempat Wisata Dekat Malioboro yang Bisa Dijangkau Jalan Kaki

10 Tempat Wisata Dekat Malioboro yang Bisa Dijangkau Jalan Kaki

MALIOBORO

Malioboro bukan sekadar pusat belanja dan keramaian. Dari kawasan ini, kamu bisa menjangkau banyak tempat wisata menarik hanya dengan jalan kaki santai. Cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati Jogja tanpa ribet kendaraan, tanpa macet, dan lebih dekat dengan suasana kota.

Berikut 10 tempat wisata dekat Malioboro yang bisa kamu kunjungi dengan berjalan kaki.

1. Titik Nol Kilometer Yogyakarta

📍 ±5 menit dari Malioboro
🎟️ Tiket: Gratis

Titik Nol Kilometer adalah jantung aktivitas kota Jogja. Di sinilah kamu bisa melihat bangunan bersejarah, suasana kota yang hidup, dan berbagai pertunjukan seni jalanan di malam hari.

Tempat ini sering jadi titik kumpul wisatawan sebelum melanjutkan jalan ke Keraton, Benteng Vredeburg, atau Alun-alun Utara.

2. Benteng Vredeburg

📍 ±5–7 menit
🎟️ Tiket:

  • Dewasa: ± Rp15.000

  • Pelajar/Mahasiswa: ± Rp10.000

Museum sejarah yang berada tepat di seberang Gedung Agung ini menyimpan diorama perjuangan bangsa Indonesia. Cocok buat wisata edukasi tanpa terasa membosankan.

Bangunannya terawat, areanya luas, dan nyaman untuk dikunjungi siang maupun sore hari.

3. Gedung Agung Yogyakarta

📍 ±5 menit
🎟️ Tiket: Gratis (area luar)

Gedung Agung merupakan salah satu Istana Kepresidenan Indonesia. Meski tidak selalu terbuka untuk umum, bagian luarnya bisa dinikmati sebagai spot foto dengan arsitektur kolonial yang khas.

Lokasinya strategis dan sering menjadi latar foto wisatawan.

4. Jalan Malioboro Itu Sendiri

📍 Di pusat lokasi
🎟️ Tiket: Gratis

Berjalan kaki di Malioboro adalah pengalaman wisata tersendiri. Kini trotoarnya luas dan nyaman, lengkap dengan bangku, lampu jalan klasik, dan suasana khas Jogja.

Kamu bisa menikmati suasana sore hingga malam hari sambil melihat aktivitas pedagang, seniman jalanan, dan wisatawan dari berbagai daerah.

5. Pasar Beringharjo

📍 ±7–10 menit
🎟️ Tiket: Gratis

Pasar legendaris ini bukan hanya tempat belanja batik, jamu, dan oleh-oleh, tapi juga wisata budaya. Di lantai bawah kamu bisa menemukan jajanan tradisional khas Jogja.

Datang pagi hari lebih nyaman jika ingin belanja dengan santai.

6. Museum Sonobudoyo

📍 ±10 menit
🎟️ Tiket:

  • Dewasa: ± Rp20.000

  • Pelajar: ± Rp10.000

Museum ini menyimpan koleksi budaya Jawa seperti wayang, keris, dan artefak sejarah. Bangunannya klasik dengan nuansa tradisional.

Malam hari, museum ini kadang menggelar pertunjukan wayang yang terbuka untuk umum.

7. Keraton Yogyakarta

📍 ±15 menit jalan santai
🎟️ Tiket:

  • Wisatawan domestik: ± Rp15.000

  • Wisatawan mancanegara: ± Rp25.000

Keraton adalah pusat budaya dan sejarah Yogyakarta. Kamu bisa melihat arsitektur khas Jawa, koleksi benda kerajaan, dan aktivitas abdi dalem.

Datang pagi hari agar bisa menikmati suasana lebih tenang.

Baca juga: Mengapa banyak orang memilih jogja untuk menghabiskan masa tua

MALIOBORO

8. Alun-alun Utara

📍 ±15 menit
🎟️ Tiket: Gratis

Alun-alun Utara menawarkan ruang terbuka luas dengan suasana khas Jogja. Sore hingga malam hari, tempat ini sering jadi lokasi bersantai warga dan wisatawan.

Kadang ada acara budaya atau kegiatan masyarakat yang menarik untuk disaksikan.

9. Taman Pintar Yogyakarta

📍 ±10 menit
🎟️ Tiket:

  • Area umum: Gratis

  • Wahana edukasi: ± Rp10.000–Rp25.000

Taman Pintar cocok untuk wisata keluarga dan anak-anak. Meski berkonsep edukasi, lokasinya sangat dekat dengan Malioboro dan mudah dijangkau jalan kaki.

Tempat ini ramai saat musim liburan sekolah.

10. Kampung Wisata Sosromenduran

📍 ±5 menit dari ujung Malioboro
🎟️ Tiket: Gratis

Sosromenduran adalah kampung wisata yang berada di balik hiruk-pikuk Malioboro. Di sini kamu bisa melihat kehidupan warga lokal, penginapan klasik, dan suasana Jogja tempo dulu.

Cocok untuk jalan santai sambil menikmati sisi lain Malioboro yang lebih tenang.

Tips Jalan Kaki Wisata di Sekitar Malioboro

  • Gunakan alas kaki yang nyaman

  • Datang pagi atau sore hari agar tidak terlalu panas

  • Simpan barang berharga dengan aman

  • Manfaatkan bangku-bangku di sepanjang trotoar Malioboro

Penutup

Berjalan kaki di sekitar Malioboro bukan soal seberapa jauh langkah yang ditempuh, tapi tentang seberapa dalam kamu merasakan Jogja. Di setiap sudutnya ada cerita—tentang sejarah, budaya, dan kehidupan yang berjalan pelan namun penuh makna. Dari hiruk-pikuk Malioboro hingga suasana teduh Keraton dan Alun-alun, semuanya saling terhubung tanpa perlu tergesa-gesa.

Wisata dekat Malioboro mengajarkan bahwa menikmati Jogja tidak harus mahal, tidak harus ribet, dan tidak harus serba cepat. Cukup melangkah pelan, membuka mata, dan membiarkan suasana kota ini menyapa dengan caranya sendiri. Kadang justru dari jalan kaki itulah, kita menemukan pengalaman paling berkesan—bertemu seniman jalanan, mendengar cerita warga lokal, atau sekadar duduk diam menikmati sore.

Bagi banyak orang, Malioboro hanyalah awal. Dari sana, Jogja perlahan masuk ke hati. Tak sedikit yang awalnya datang sebagai wisatawan, lalu pulang membawa rasa rindu. Sebagian kembali lagi, dan sebagian lainnya mulai berpikir untuk tinggal lebih lama di kota ini.

Jogja memang seperti itu. Tidak memaksa, tapi selalu memberi alasan untuk kembali.

Wisata dekat Malioboro tak selalu harus naik kendaraan. Dengan berjalan kaki, kamu bisa menikmati Jogja lebih pelan, lebih dekat, dan lebih berkesan.

Kalau waktu liburanmu terbatas, menjelajahi tempat-tempat di sekitar Malioboro ini sudah cukup untuk merasakan rasa Jogja yang sesungguhnya.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page