Qurban Masjid Jogokariyan 2026 Tembus Puluhan Sapi, Distribusi Daging Diprioritaskan untuk Warga Sekitar
YOGYAKARTA — Pelaksanaan ibadah qurban di Masjid Jogokariyan kembali menjadi perhatian publik pada Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026. Jumlah hewan qurban yang masuk ke masjid yang berada di kawasan Mantrijeron, Kota Yogyakarta tersebut tercatat mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan data panitia qurban, jumlah sapi yang terdaftar hingga beberapa hari menjelang Idul Adha mencapai 72 ekor. Angka tersebut masih berpotensi bertambah karena pendaftaran qurban masih dibuka sampai H-1 pelaksanaan penyembelihan. (detikcom)
Pengurus Masjid Jogokariyan, Gita Welly Ariadi, mengatakan peningkatan jumlah hewan qurban tahun ini cukup signifikan dibandingkan tahun lalu yang tercatat sekitar 65 ekor sapi.
“Kalau tahun kemarin sapinya 65, kalau sekarang sampai tadi malam sudah 72,” ujar Welly seperti dikutip detikJogja. (detikcom)
Dalam perkembangan berikutnya, total sapi qurban bahkan dilaporkan mencapai 78 ekor. Dua di antaranya menjadi perhatian masyarakat karena memiliki ukuran jumbo dengan bobot mencapai sekitar 1,1 ton per ekor. Sapi jenis Belgia tersebut disebut berasal dari seorang pengusaha asal Jakarta.
Selain jumlah hewan qurban yang besar, sistem distribusi daging qurban Masjid Jogokariyan juga dikenal luas karena terorganisir dan menjangkau banyak wilayah. Panitia menyebut warga sekitar Kampung Jogokariyan tetap menjadi prioritas utama penerima daging qurban.
Artikel lain: Gudeg warisan kuliner jawa yang sarat sejarah
Tak hanya untuk warga sekitar masjid, panitia juga menerima ratusan surat permohonan distribusi daging dari berbagai daerah. Tahun ini tercatat lebih dari 300 surat permohonan masuk, sementara sekitar 70 permohonan distribusi luar wilayah telah disetujui.
Panitia qurban menyatakan distribusi dilakukan secara proporsional agar manfaat qurban dapat dirasakan lebih luas, termasuk ke wilayah binaan dan daerah yang membutuhkan bantuan pangan.
Jika jumlah daging qurban melebihi kapasitas distribusi langsung, sebagian daging akan diolah menjadi produk olahan yang lebih tahan lama agar aman dikirim ke luar daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas daging selama proses pengiriman.

Masjid Jogokariyan selama ini dikenal sebagai salah satu masjid dengan sistem manajemen qurban modern dan melibatkan ratusan relawan setiap tahunnya. Proses penyembelihan, pemotongan, hingga distribusi daging dilakukan secara terstruktur sehingga mampu menangani jumlah hewan qurban dalam skala besar.
Tingginya partisipasi masyarakat dalam program qurban Masjid Jogokariyan dinilai menjadi indikator meningkatnya semangat berbagi dan gotong royong umat Islam pada momentum Idul Adha tahun ini.
diolah dari berbagai sumber





